{"id":660,"date":"2023-11-19T10:05:40","date_gmt":"2023-11-19T10:05:40","guid":{"rendered":"https:\/\/poskha.com\/?p=660"},"modified":"2023-11-19T12:50:29","modified_gmt":"2023-11-19T12:50:29","slug":"perjuangan-bung-tomo-pahlawan-kota-surabaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/poskha.com\/index.php\/2023\/11\/19\/perjuangan-bung-tomo-pahlawan-kota-surabaya\/","title":{"rendered":"Perjuangan Bung Tomo, Pahlawan Kota Surabaya"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Oleh: Zaidan Ogmaja Wira Pradana<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Bung Tomo, atau yang dikenal dengan nama aslinya Sutomo, merupakan sosok pahlawan<br>nasional Indonesia yang berasal dari Surabaya. Lebih tepatnya, pada tanggal 3 Oktober<br>1920 dan bertempat di Blauran. Bagi beberapa orang yang lahir di kota yang sama<br>dengannya, mungkin beliau akan menjadi pembahasan yang menarik. <\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana tidak, rekam jejak kehidupannya yang menjadi salah satu sosok penting dalam pertempuran<br>Surabaya pada 10 November 1945 silam begitu membanggakan. Kenalkah kalian dengan<br>semboyan &#8220;Merdeka Atoe Mati&#8221;? Beliaulah yang menginisiasi jargon tersebut untuk<br>membangkitkan semangat arek-arek Suroboyo untuk membasmi penjajah kala itu.<br>Namun siapa sangka, jargon legendarisnya itu ternyata masih dikenang sampai saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Perjuangan beliau dimulai ketika Indonesia telah melalui era kemerdekaannya. Pada<br>tanggal 10 November 1945, beliau merupakan salah satu tokoh pahlawan nasional yang<br>melawan pasukan Inggris-Belanda. Kala itu, Surabaya berada dalam fase kritis. Tentara<br>Inggris yang tergabung dalam AFNEI mendatangi Surabaya bersama tentara NICA sebagai<br>rekan mereka. Usut punya usut, mereka datang untuk menjalankan sebuah misi untuk<br>membebaskan para tawanan perang yang ditahan oleh Jepang. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/poskha.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Tambahkan-subjudul-1-1024x576.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-663\" srcset=\"https:\/\/poskha.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Tambahkan-subjudul-1-1024x576.png 1024w, https:\/\/poskha.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Tambahkan-subjudul-1-300x169.png 300w, https:\/\/poskha.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Tambahkan-subjudul-1-768x432.png 768w, https:\/\/poskha.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Tambahkan-subjudul-1-1536x864.png 1536w, https:\/\/poskha.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Tambahkan-subjudul-1-2048x1152.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Namun dibalik itu, mereka rupanya ingin membuat Indonesia menjadi negara jajahan Belanda kembali. Dan pada<br>akhirnya, terjadilah pertempuran yang dikenal sebagai &#8220;Pertempuran Surabaya&#8221;<br>dikarenakan pihak Belanda telah mengibarkan bendera negaranya di Hotel Yamato pada<br>malam hari. Padahal saat itu, Surabaya sudah mengeluarkan maklumat untuk mengibarkan<br>bendera merah putih di berbagai sudut kota. Di pertempuran tersebut, dikatakan bahwa<br>Jenderal Mallaby mati terbunuh oleh tembakan. Dan dalam pertempuran hebat itulah,<br>sosok Bung Tomo menyuarakan orasinya. Dan disaat itu pula, semboyan &#8220;Merdeka Atoe<br>Mati&#8221; terucapkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perjuangan beliau begitu mengharukan dan pantas diabadikan. Sikap beliau yang membela<br>Tanah Airnya mati-matian harus ditanamkan dalam diri masyarakat Indonesia dari generasi<br>ke generasi. Karena sepeninggalan Bung Tomo pada 7 Oktober 1981 dan pahlawan<br>nasional lainnya, Indonesia benar-benar akan berjalan dibawah genggaman kita dan anak<br>cucu kita kelak. Jika kita tidak menanamkan jiwa-jiwa nasionalis tersebut, maka negeri<br>seribu pulau ini akan dibawa kemana masa depannya. <\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu, kita perlu mengenang masa lalu beliau yang mengabdi penuh pada Indonesia dalam peringatan Hari Pahlawan 10 November. Disinilah kita bisa menanamkan jiwa-jiwa nasionalis kita, dengan mengakui<br>eksistensi perjuangan beliau yang begitu mengesankan. Dan di masa yang akan datang,<br>kisah beliau diharapkan akan tetap dikenang dan dijadikan teladan baik bagi generasi baru<br>di negeri ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Zaidan Ogmaja Wira Pradana Bung Tomo, atau yang dikenal dengan nama aslinya Sutomo, merupakan sosok pahlawannasional Indonesia yang berasal dari Surabaya. Lebih tepatnya, pada tanggal 3 Oktober1920 dan bertempat di Blauran. Bagi beberapa orang yang lahir di kota yang samadengannya, mungkin beliau akan menjadi pembahasan yang menarik. Bagaimana tidak, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-660","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/poskha.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/660"}],"collection":[{"href":"https:\/\/poskha.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/poskha.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/poskha.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/poskha.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=660"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/poskha.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/660\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":666,"href":"https:\/\/poskha.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/660\/revisions\/666"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/poskha.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/poskha.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/poskha.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/poskha.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}